Kamis, 26 Januari 2012

Promosi (promotion)

Promosi

Promosi merupakan komunikasi oleh pemasar yang menginformasikan dan mengingatkan calon pembeli mengenai sebuah produk untuk mempengaruhi suatu pendapat atau memperoleh suatu respons (Lamb, 2001:146). Kegiatan promosi dimulai dari perencanaan, implementasi, dan pengendalian komunikasi untuk menjangkau target pasar. 
Menurut Philip Kotler, ada beberapa jenis kegiatan promosi yang sering disebut juga bauran promosi (promotion mix), yaitu:
Periklanan (advertising)
Periklanan adalah berbagai bentuk presentasi dan promosi non-pribadi yang dibayar mengenai gagasan, barang, atau jasa yang oleh sponsor yang teridentifikasi (Kotler, 2004 : 639). Sedangkan tujuan periklanan adalah tugas komunikasi tertentu yang harus dilakukan terhadap khalayak sasaran tertentu spesifik selama periode waktu tertentu.
Promosi Penjualan (sales promotion)
Promosi penjualan terdiri dari insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari produk atau jasa (Kotler, 2004: 660). Bila pemasangan iklan dan penjualan pribadi menawarkan alasan-alasan untuk membeli produk atau jasa tertentu, promosi penjualan menawarkan alasan untuk membeli sekarang. Secara umum, promosi penjualan harus menciptakan hubungan dengan konsumen, bukan hanya menciptakan penjualan jangka pendek saja, atau pergantian merek secara temporer saja. Promosi penjualan harus membantu memperkuat posisi produk dan menciptakan keterkaitan jangka panjang dengan konsumen.
Hubungan Masyarakat (public relation)
Hubungan masyarakat merupakan alat promosi massal dengan memupuk hubungan baik dengan berbagai publik perusahaan dengan memeroleh publisitas yang menguntungkan, membentuk citra koperasi yang bagus, dan menangani atau menghilangkan rumor, cerita, dan peristiwa yang tidak menguntungkan (Kotler, 2004 : 668).
Salah satu alat hubungan masyarakat yang utama adalah berita (news). Para humas profesional menemukan atau menciptakan berita yang menguntungkan tentang perusahaan, produknya atau orangnya. Kadang-kadang berita terjadi secara alami, dan kadang orang humas dapat menganjurkan dilaksanakannya event atau kegiatan yang dapat menciptakan berita. Pidato (speeches) dapat juga menciptakan publisitas produk dan perusahaan.
Penjualan Pribadi (personal selling)
Penjualan pribadi merupakan suatu situasi pembelian di mana dua orang melakukan komunikasi dalam upaya untuk mempengaruhi satu sama lainnya (Lamb, 2001:146). Kedua unsur ini, baik pembeli maupun penjual memiliki tujuan yang khusus yang ingin mereka capai. Gagasan paling akhir pada subjek dari penjualan pribadi menekankan pada hubungan yang berkembang antara seorang tenaga penjual dan seorang pembeli.
Pemasaran Langsung 
Pemasaran langsung (direct marketing) adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi (Tjiptono, 1997:232). Dalam direct marketing, komunikasi promosi ditujukan langsung kepada konsunen individual, baik melalui telepon, pos, atau dengan datang langsung ke tempat pemasar.

Analissis Rasio Keuangan

Analisis Rasio Keuangan


Analisis rasio adalah suatu angka yang menunjukkan hubungan antara unsur – unsur dalam laporan keuangan. Hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana (Arief Sugiyono, 2009:64).
Untuk melakukan analisis rasio keuangan, diperlukan perhitungan rasio – rasio keuangan yang menginterpertasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Rasio- rasio keuangan mungkin dihitung berdasarkan atas angka – angka yang ada dalam neraca, dalam laporan laba rugi, atau pada neraca dan laba rugi. Setiap analisis keuangan bisa saja merumuskan rasio tertentu yang dianggap mencerminkan aspek tertentu. Pemilihan aspek – aspek yang akan dinilai perlu dikaitkan dengan tujuan analisis. Apabila analisis dilakukan oleh pihak kreditur, aspek yang dinilai akan berbeda dengan penilaian yang dilakukan calon pemodal. Kreditur akan lebih berkepentingan dengan kemampuan perusahaan melunasi kewajiban financial tepat pada waktunya, sedangkan pemodal akan lebih berkepentingan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (Husna Suad, 2004: 69).
Dalam analisis rasio keuangan, ada dua jenis perbandingan yang digunakan yaitu perbandingan internal dan perbandingan eksternal. Perbandingan internal yaitu membandingkan rasio saat ini dengan rasio masa lalu dan rasio yang akan datang dari perusahaan yang sama. Jika rasio keuangan ini diurutkan dalam jangka waktu beberapa tahun atau periode, pemakai dapat melihat kecenderungan rasio keuangan, apakah mengalami penurunan atau peningkatan, yang menunjukkan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Sedangkan perbandingan eksternal adalah membandingkan rasio keuangan perusahaan dengan rasio perusahaan lain yang sejenis atau dengan rata-rata industri pada titik yang sama. Perbandingan ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang kondisi dan kinerja perusahaan relative dan membantu mengidentifikasi penyimpangan dari rata-rata atau standar industri (Darsono dan Ashari, 2009: 51).
Tujuan dari analisis rasio keuangan dari pihak manajemen keuangan adalah mengevaluasi kinerja perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. Perusahaan dikatakan mempunyai kinerja yang baik atau tidak dapat diukur dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (utang) yang akan jatuh tempo (liquidity), kemampuan perusahaan untuk menyusun struktur pendanaan, yaitu perbandingan antara utang dan modal (leverage), kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan (profitability), kemampuan perusahaan untuk berkembang (growth), dan kemampuan perusahaan untuk mengelola asset secara maksimal (activity) (Arief Sugiono, 2009:65).
Bagi perusahaan dengan adanya analisis rasio keuangan maka akan diperoleh suatu informasi mengenai kondisi atau keadaan keuangan sehingga dapat membuat keputusan – keputusan yang diperlukan bagi kepentingan kegunaan rasio keuangan sebagai bahan pertimbangan apakah perusahaan tersebut akan menguntungkan apabila sahamnya dibeli.
Menurut John J Hampton, rasio keuangan dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu :
  • Rasio likuiditas, bertujuan menguji kecukupan dana, solvency    perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban – kewajiban yang harus dipenuhi. Rasio likuiditas antara lain rasio lancar (current ratio), rasio tunai (quick ratio), perputaran piutang (receivable turn over), dan perputaran persediaan (inventory turn over).
  • Rasio profitabilitas, bertujuan mengukur efisiensi aktivitas perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio profitabilitas antara lain margin keuntungan (Profit margin), margin laba kotor (gross profit margin), perputaran aktiva (operating assets turn over), imbal hasil dari investasi (return on investment), dan rentabilitas modal sendiri (return on equity).
  • Rasio kepemilikan, berkaitan langsung ataupun tidak langsung dengan keuntungan dan likuiditas. Rasio ini membantu pemilik saham dalam mengevaluasi aktivitas dan kebijaksanaan perusahaan yang berpengaruh terhadap harga saham di pasaran. Rasio kepemilikan antara lain keuntungan per lembar saham (earning per share), nilai buku per lembar saham (book value per share), serta rasio utang dan modal sendiri (capital structure ratio).
Sugiono, Arief. “ Manajemen Keuangan Untuk Praktisi Keuangan”, Grasindo, Jakarta, 2009.
Darsono dan Ashari. “Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan”, ANDI, Yogyakarta, . 2009.
Suad, Husnan dan Enny Pudjiastuti.” Dasar-dasar Manajemen Keuangan”, Edisi keempat, (UPP)AMP YKPN, Yogyakarta, 2004.


Balanced of Payment (BOP)

Balance of Payment (BOP)

Menurut Hamdy Hady Secara umum definisi balance of payment atau neraca pembayaran internasional adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan barang/ jasa, transfer keuangan dan moneter antara penduduk suatu negara dengan penduduk luar negeri untuk suatu periode waktu tertentu biasanya satu tahun.
BOP merupakan suatu catatan sistematis yang disusun berdasarkan suatu sistem akuntansi yaitu “double-entry” jadi setiap transaksi internasional yang terjadi akan tercatat dua kali, yaitu sebagai transaksi kredit dan transaksi debit.Dengan menggunakan sistem double-entry book keeping maka BOP secara overall akan selalu dalam posisi balance, tetapi dapat memiliki cadangan devisa yang positif atau negatif. Berdasarkan konvensi yang biasanya digunakan dalam sistem double-entry book keeping, 
Catatan yang tercatat dalam BOP terdiri dari  (Hamdy Hady):
Credit Entries (Transaksi Kredit) diantaranya:

  1. Export of good and services (ekspor barang dan jasa).
  2. Income receivable (penerimaan dari hasil investasi).
  3. Offset to real or financial resources received (transfers).
  4. Increases in liabilities (kenaikan kewajiban).
  5. Decrease in financial assets (penurunan kekayaan).

Debit Entries (Transaksi Debit)
  1. Import of good and services (impor barang dan jasa)
  2. Income payable (pembayaran atas hasil investasi)
  3. Offset of real financial recourse provide (tranfer)
  4. Decrease in liabilities (penurunan kewajiban)
  5. Increase in financial assets ( kenaikan kekayaan)

Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Manajemen keuangan merupakan manajemen  terhadap  fungsi - fungsi  keuangan. Fungsi - fungsi  keuangan  tersebut  meliputi  bagai mana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut secara efektif dan sefisien.
Seorang Manajer keuangan harus bisa memperoleh dana dengan biaya yang rendah dan bisa menggunakan dana tersebut pada aktiva atau sumber daya yang akan di investasi dengan memilih yang lebih baik dalam pemberian keuntungan.
Fungsi Manajemen Keuangan :

  1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
Tujuan Manajemen Keuangan
Pada dasarnya manajemen keuangan bertujuan untuk memaksimalkan keuangan perusahaan entah itu dari segi pendapatan maupun pengeluaran sehingga mendapatkan keuantungan yang maksimal dan menaikan nilai perusahaan.

Analisis dalam Manajemen Keuangan
Untuk mencapai tujuan, manajer keuangan harus bisa menganalisa keungan perusahaan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisa yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisa rasio dan proporsional.



Musisi jalanan

Musik Jalanan dan Musisi Jalanan


Sudah bukan pemandangan aneh, saat kita naik bus kota atau berada di sebuah rumah makan, tiba-tiba nyelonong seseorang atau beberapa anak muda yang membawa peralatan musik seadanya, bernyanyi dengan suara keras, terkadang juga sering sumbang. Mereka langsung pergi atau tidak menyelesaikan lagu yang sedang dinyanyikannya, ketika ia diberi upah atau uang sekedarnya.
Mereka biasa disebut dengan pengamen, atau lebih kerennya, mereka lebih suka disebut dengan, Penyanyi Jalanan. Sementara musik yang mereka mainkan sering mereka sebut sebagai, Musik Jalanan. Sebenarnya pengertian pemusik jalanan dan penyanyi jalanan,tidaklah sesederhana terminologi yang mereka sebutkan seperti di atas. Sebab, musik jalanan dan penyanyi jalanan mempunyai disiplin dan pengertian yang spesifik, bahkan merupakan suatu bentuk dari sebuah warna musik yang berkembang di dunia kesenian.
Di dunia musik, bentuk œmusik jalanan ini dikenal sudah mulai berkembang sejak abad pertengahan, terutama di Eropa. Pada saat musik di Eropa berkembang lewat penyebaran Agama Kristen, saat itu banyak yang mengatakan sebagai landasan kebudayaan yang kemudian berkembang dalam kehidupan umat manusia.

Namun dalam perkembangan jaman yang semakin kompleks, budaya ngamen ini juga ikut berkembang menjadi salah satu peluang untuk mencari nafkah dari sementara orang. Seperti banyaknya pengamen yang saat ini terlihat di sekeliling kita, sebernarnya juga menyimpan bermacam-macam motif. Ada yang melakukannya untuk mencari identitas, ada yang melakukan karena iseng, ada pula yang jadi pengamen karena memang harus mengejar nafkah. Padahal dari karakter musik jalanan ini, terkadang muncul sebuah bentuk musik baru yang menarik untuk disimak. Mereka umumnya memiliki karakter diri yang kuat. Walau harus diakui banyak dari musisi jalanan ini yang memiliki keterbatasan di sisi akademik. Namun umumnya mereka memiliki keberanian dan karakter diri yang kuat.

Terkadang sebuah lagu yang mereka bawakan, secara teori akademik memang mengalami pendangkalan. Selain mereka memainkannya dengan peralatan ala kadarnya atau terbatas, tetapi optimisme yang mereka miliki membuat lagu-lagu tersebut mampu terdengar dalam bentuk yang berbeda dari aslinya. Lagu-lagu tersebut mampu muncul dalam bentuk yang mandiri dan spesifik. Mereka memang jarang menjadi epigon, Hal itu terlihat dari nama-nama besar yang asalnya juga menyerap dan membentuk karakter dirinya lewat jalanan seperti, Leo Kristi, Iwan Fals, Kuntet Mangkulangit, Kelompok Slank dan banyak lagi lainnya.
Sementara di mancanegara, tidak terhitung tokoh-tokoh musik jalanan yang karyanya menjadi legenda dan banyak dibawakan oleh artis-artis musik lainnya, salah satu diantaranya yang dianggap sebagai bapak penyanyi jalanan di Amerika, Bob Dylan, salah satu karyanya yang monumental, Blowind In the Wind, sampai saat ini sudah direkam dalam banyak versi.

Kebanyakan para pengamen atau penyanyi jalanan ini selalu tampil sebagai dirinya sendiri. Hingga tak jarang lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi versi lain yang tak kalah menarik dari komposisi versi aslinya. Contohnya lagu-lagu popular dari kelompok Koes Ploes misalnya, hampir setiap pengamen pernah membawakannya. Namun sulit mencari yang membawakan dalam bentuk yang sama. Hampir semua mempunyai versi atau gaya berbeda dalam membawakannya.
Bila keberadaan para pengamen ini bisa mendapatkan arahan secara edukasi yang tepat dan berkesinambungan, bukan tidak mungkin dunia ngamen ini akan menjadi semacam lahan mentah dari pencarian bentuk-bentuk musik pop Indonesia, yang kian hari terasa semakin canggih dibidang skill atau keterampilan teori, namun semakin tipis dalam karakter, terutama bila menyentuh akar tradisi dan budaya yang semestinya menjadi ujung tombak untuk dikembangkan secara lebih luas ke dunia musik internasional sebagai aset bangsa dan negara.

mereka gak kalah mahkan menurut gue musisi jalanan lebih bagus dari pada musisi-musisi sekarang yg hanya mencari materi

MEREKA PUNYA KEMAMPUAN TAPI TIDAK PUNYA KESEMPATAN !